Obyek Pengikatan Jual Beli serta Kewajiban dan Jaminan Penjual dalam PPJB

Dalam bidang properti terdapat istilah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Diman PPJB adalah sebuah perjanjian yang mengikat antara calon pembeli dan calon penjual obyek tanah yang dibuat sebelum penandatanganan Akta Jual Beli (AJB). Hal ini disebabkan karena properti adalah benda tak bergerak maka harus dibuatkan akta notaris /PPAT yang berupa AJB. Bagi pihak pengembang, adanya PJB ini berfungsi untuk memperoleh uang muka dari pembeli untuk memperlancar proyek pembangunan rumah. Untuk itulah perlu anda pahami mengenai obyek Pengikatan jual beli serta kewajiban dan jaminan penjual dalam PPJB.

Hal-Hal Penting Dalam PPJB

Perjanjian Pengikat Jual Beli (PPJB) mencakup beberapa obyek yang wajib ada. Dimana obyek pengikatan dalam jual beli terdiri dari tiga yaitu luas tanah beserta perizinannya, luas bangunan berserta gambar asrsitektur dengan gambar spesifikasii teknis, dan lokasi tanah sesuai pencantuman nomor kavling. Tentunya obyek tanah serta bangunan harus dijelaskan dengan detail dan upayakan tidak ada data maupun informasi yang kurang.

Dalam jual beli properti, pihak penjual wajib membangun serta menyerahkan unit rumah sesuai dengan yang ditwarkan untuk pembeli. Dengan demikian PPJB menjadi pegangan hukum untuk pembeli. Saat pembuatan PPJB, pihak penjual bisa memasukkan klausul pernyataan serta jainan bahwa tanah serta bangunan tersebut tidak sedang dalam jaiminan utang dari pihak ketiga. Selain itu peryataan tersebut juga menyatakan bahwa tanah serta bangunan juga tidak sedang dalam sengketa hukum. Bila ada pernyataan yang tidak benar daro penjual maka pihak pembeli bebas tututan hukum dari pihak manapun yang berkaitan dengan properti yang akan dibeli tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas bisa diketahui bahwa obyek pengikat jual beli rumah atau properti memang sudah tertera secara jelas dan harus dipenuhi oleh pihak penjual. Selain itu, kewajiban dan jaminan penjual juga penting untuk diperhatikan supaya rumah yang akan dijual bebas dari segala masalah yang nantinya bisa memberatkan pembeli. Dengan demikian bagi anda yang akan melakukan jual beli properti maka ketahui dua hal di atas supaya jual beli properti berjalan lancar dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Beda fungsi Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) jual tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *